img_head
SEJARAH PENGADILAN NEGERI IDI

Sejarah Pengadilan Negeri IDI

Telah dibaca : 448 Kali

Pada jaman  pemerintah kolonial Belanda, pengadilan yang mengadili perkara-perkara pidana adalah Lanraad, yang daerah hukumnya meliputi eks kewedanaan Idi, sedangkan khusus peradilan mengenai perkara-perkara Adat dan perkara Agama adalah pengadilan Musafat. Hakim pada Lanraad terdiri dari Controleur (wedana) yang dibantu oleh Camat, sedangkan Hakim di pengadilan Musafat terdiri dari pemuka-pemuka agama dan pemuka Adat. Pada waktu pemerintahan Jepang, Lanraad diganti dengan Ko Mu Ju, sedangkan pengadilan Musafat masih tetap berlaku. Pada jaman kemerdekaan sesudah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 Ko Mu Ju diganti lagi namanya menjadi Pengadilan Negeri, yakni sesudah tahun 1946 ditiap-tiap kecamatan didalam eks kewedanaan Idi didirikan Pengadilan Rendah.

Setiap keputusan dari pengadilan rendah tidak diterima oleh salah salah satu pihak yang berperkara (Perdata dan Pidana, Adat dan Agama) dapat mengajukan banding ke pengadilan Negeri Idi. Pada tahun 1951 dengan keluarnya UU Darurat no.1 tahun 1951, maka Pengadilan Rendah dihapuskan dan sampai saat ini hanya ada satu pengadilan negeri yang daerah hukumnya meliputi bekas kewedanaan Idi yang tersebut Pengadilan Negeri Idi. 

Kepengurusan atau Ketua beserta Panitera/Sekretaris Pengadilan Negeri Idi dari tahun 1951 sampai dengan sekarang adalah sebagai berikut :

KETUA PENGADILAN NEGERI IDI PANITERA/SEKRETARIS
  1. Muhammad Adam.
  2. Ismail Selayang, SH.
  3. Anwar Paunontjok, SH.
  4. Azwar Ismail, SH.
  5. Sudidyo Hardjono, SH.
  6. Syarifuddin, SH.
  7. Eddy Soegono, SH.
  8. Sofyan Royan, SH.
  9. Mulyadi, SH.
  10. Plt. Mukhlis, SH.
  11. Arfan Yani, SH.
  12. Girnal, SH.
  13. Salahuddin, SH.
  14. Dahlan, SH. MH.
  15. Nani Sukmawati, SH.
  1. Mohd Ali.
  2. Abdurrahman.
  3. Aminuddin.
  4. T. Mustafa.
  5. Hasanul Arifin, SH.
  6. Amir Dahyar, SH.
  7. Tarmizi, SH. (Panitera)
  8. Darmawan (Sekretaris)

Pengadilan idi berkedudukan di kota Idi yang juga disebut Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur  Propinsi Daerah Nanggro Aceh Darussalam. Kabupaten Aceh Timur merupakan salah satu kabupaten dari 23 Kabupaten/Kota di prov.NAD, yang memiliki letak yang sangat strategis sebagai penghubung antara Prov. NAD dan prov. Sumut. Kabupaten Aceh Timur memiliki luas wilayah 6.040,60km2 atau 10,53% dari luas Prov.NAD dengan batas-batas wilayah sebagai berikut:

- Sebelah Utara berbatasan dengan selat malaka

- Sebelah Timur berbatasan dengan Kota Langsa dan Kab.Aceh Tamiang

- Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Gayo Lues

- Sebelah Barat berbatasan dengan dengan Kab.Aceh Utara dan Kab.Bener Meriah.

Wilayah hukum pengadilan negeri Idi terdiri dari 21 Kecamatan, 486 Desa, 1 Kelurahan dari 46 Mukim yang terdiri dari 1526 Dusun.

Bireum Bayeun Jumlah Desa = 26

Serba Jadi / Lokop Jumlah Desa = 8

Simpang Jernih Jumlah Desa = 10

Rantau Selamat / Bayeun Jumlah Desa = 14

Sungai Raya / Labuhan Kedeu Jumlah Desa = 13

Peurelak Jumlah Desa = 33

Peurelak Timur / Alue Tho Jumlah Desa = 19

Peurelak Barat / Beusa Seberang Jumlah Desa = 10

Ranto Peurelak / Ranto Panjang Jumlah Desa = 23

Banda Alam / Panton Rayeuk Jumlah Desa = 23

Peudawa  / Seuneubok Peunteut Jumlah Desa = 17

Idi Tunong / Buket Teukuh Jumlah Desa = 25

Idi Rayeuk / Idi (Kampong Jawa) Jumlah Desa = 62

Darul Aman / Idi Cut Jumlah Desa = 45

Nurussalam / Bagok Jumlah Desa = 42

Darul Ihsan / Blang Aroen Jumlah Desa = 10

Indra Makmur / Seuneubok Bayu Jumlah Desa =

Julok / Kota Binjai Jumlah Desa = 36

Simpang Ulim Jumlah Desa = 22

Pante Bidadari / Lhok Nibong Jumlah Desa = 22

Madat Jumlah Desa = 26